Blog >
Apa Itu Aturan 80:20 di Dunia Perkontenan?

Apa Itu Aturan 80:20 di Dunia Perkontenan?

Oleh: Regina Kroesdiyantika Warahapsari - 6 Jul 2022

Ini ngebahas apaan sih sebenernya?

Hayo, jangan berpikir yang berat dulu ya. Kali ini kami akan membahas mengenai Aturan 80:20 yang diterapkan di dunia perkontenan. Mungkin sebagian dari kamu pernah mendengar aturan 80:20 ini. Untuk yang belum tahu, yuk lanjut ke pembahasan berikut ini!

Apa itu Aturan 80:20?

Sebelum mengenal apa itu aturan 80:20, ayo kita membahas bagaimana aturan ini muncul dan diimplementasikan oleh banyak bidang di dunia pada masa modern seperti ini.

Prinsip ini bernama Prinsip Pareto, atau sering disebut dengan prinsip 80/20. Hal tersebut karena dalam prinsip ini menyatakan bahwa sekitar 80% dari hasil, sebenarnya dihasilkan oleh adanya 20% input atau dorongan.

Prinsip Pareto ini dicetuskan pertama kali oleh seorang ahli ekonomi asal Italia yang bernama Vilfredo Pareto. Prinsip Pareto juga berkaitan dengan efisiensi Pareto, sehingga menghasilkan dua konsep dalam hubungan dari distribusi penghasilan dan kekayaan di antara populasi. Meskipun dikenal dengan prinsip 80/20, Prinsip Pareto ini tidak harus menggunakan perbandingan 80:20 dalam semua situasinya. Jadi, prinsip ini tidak harus diaplikasikan dengan 80:20 supaya menjadi pas 100%.

Implementasi untuk bidang Creator

Prinsip Pareto ini ternyata juga bisa diterapkan untuk media sosial kita loh, CUiT-ers!

Dengan menggunakan implementasi 80:20 ini, kita para kreator harus memperhatikan aspek bagaimana sebuah konten dapat berpengaruh bagi kreatornya. Lalu bagaimana cara membangun itu semua? Kamu dapat mengimplementasikannya dengan cara-cara berikut:

  • Tips dan Tutorial

    Berikan sesuatu yang bermanfaat dan dibutuhkan oleh banyak orang seperti memberikan tips dan/atau tutorial. Namun kamu harus sesuaikan dengan audience dan niche dari akun mu ya. Pikirkan sesuatu yang bermanfaat dan dibutuhkan. Kalau bahasa kerennya, ‘something relatable’. Dimulai dari hal yang sederhana dulu juga boleh loh, CUiT-ers!

  • Trend and Current Affairs

    Nggak dipungkiri ya, orang Indonesia sangat suka hal-hal yang bersifat viral, gimmick, sensasi dan kontroversi. Kamu dapat menjadi sumber dari hal yang viral atau mengikuti arusnya. Kalau kamu dengan mudahnya menjadi sumber viral, otomatis kamu akan dengan mudah menaikkan engagement untuk dirimu. Tapi batasi ya, jangan keseringan dan haruslah bersifat positif. Supaya tidak mengundang cacian dan makian dari para netizen budiman hehehe.

  • Engage and Discussion

    Kalau kamu sudah mulai memasuki ranah influencers level menengah, kamu harus memperhatikan aspek cara berkomunikasi dengan audiens atau followers mu ya CUiT-ers! Cobalah membangun interaksi, baik itu melalui giveaway, diskusi, minta pendapat, atau sekedar sapa. Hal ini berpengaruh banget loh!

Apakah teman-teman mulai memahami? Jadi intinya adalah, siapkan porsi 80% untuk bagaimana kamu membangun reputasi melalui hubungan sosial dengan para audiens atau followers. Kemudian, sisanya 20% adalah mengenai apa yang kamu ciptakan, baik itu karya atau aksi nyata. Karena, semua itu tidak melulu mengenai siapa kita, tetapi tentang bagaimana kita mengelola sosial atau komunitas yang ada di sekitar kita. Semangat CUiT-ers! Stay Creative!