Blog >
Konten Kreator Harus Perfeksionis, ya?

Konten Kreator Harus Perfeksionis, ya?

Oleh: Regina Kroesdiyantika Warahapsari - 9 Sep 2022

Yang benar saja! Ini garisnya kurang lurus! Ini harus diulangi lagi ya, kalau dilihat-lihat jadi kurang oke, karena tidak layak untuk dilihat…

Ujar si-kreator paling ingin semua serba sempurna. Duh! Pernah mengalami hal seperti ini nggak sih CUiT-ers? Nggak salah sih. Karena semua pasti menginginkan hal yang sempurna, bukan? Selain itu, menjadi seseorang yang menginginkan hal sempurna adalah prinsip. Walaupun kata beberapa orang, kesempurnaan hakiki hanyalah milik Tuhan Yang Maha Esa semata. Namun, tidak ada salahnya menjadi yang mendekati sempurna kan ya, hehehe.

Menurut Kak Aprilia pada kegiatan CUiT Talk tanggal 5 Agustus 2022 silam, persoalan konten kreator yang sangat perfeksionis ini dapat menjadi dua mata pisau. Pertama, akan sangat bermanfaat jika menjadikan sifat yang selalu menampilkan dan memberikan hal baik ini dalam banyak aspek. Namun, akan menjadi kurang baik jika sifat perfeksionis ini menjadikan hambatan karena selalu ingin terus memperbaiki di tempat yang sampai sampai standar sempurna yang diinginkan.

Mengapa seseorang ingin menjadi selalu sempurna?

Bahasa sederhananya, orang seperti ini disebut dengan Perfeksionis. Perfeksionis adalah orang yang selalu berusaha tampil sempurna dengan menetapkan standar yang terlalu tinggi untuk diri sendiri dan atau orang lain, yang sering kali disertai dengan kritik berlebihan terhadap diri sendiri juga orang lain. Nah, menurut rangkuman kami, terdapat dua bentuk perfeksionis:

  1. Perfeksionis Adaptif

    Perfeksionis jenis ini tergolong sehat dan terarah. Perfeksionis adaptif memiliki standar tinggi untuk diri sendiri maupun orang lain. Mereka cenderung sangat teliti dan gigih dalam menghadapi kesulitan. Mereka juga tidak bereaksi berlebihan saat menemui kegagalan atau ketika tidak semua tujuannya terpenuhi.

    Perfeksionis adaptif fokus pada hal positif dan memotivasi seseorang untuk melakukan sesuatu dengan baik. Perilaku ini juga cenderung dikaitkan dengan kesehatan psikologis yang baik, serta prestasi yang tinggi, baik di sekolah maupun di tempat kerja.

  2. Perfeksionis Maladaptif

    Perfeksionis jenis ini tergolong berlebihan dan tidak sehat. Sifat perfeksionis tipe ini cenderung memiliki ciri-ciri seperti: terlalu sibuk dan fokus memikirkan kesalahan yang dilakukan sebelumnya, takut akan melakukan kesalahan yang baru, terlalu memikirkan harapan tinggi orang lain terhadapnya, membandingkan diri sendiri dengan orang lain, dll.

So, apakah kamu tipikal kreator yang perfeksionis nggak nih, CUiT-ers? Tidak ada yang melarang kita untuk menjadi sosok yang perfeksionis, namun… bagaimana cara kita menyikapi sifat itu dengan baik. Jadikan hal-hal dan sifat baik ini sebagai motivasi dari kita untuk terus maju. Semangat CUiT-ers!