Blog >
Mengenal 4 Jenis Influencer Beserta Kelebihannya

Mengenal 4 Jenis Influencer Beserta Kelebihannya

Oleh: Suliana Khusnulkhatimah - 25 Nov 2022

Kamu tentu sudah berulang kali mendengar istilah influencer. Tapi tahukah kamu, apabila influencer tak melulu harus terkenal dan memiliki ratusan ribu bahkan jutaan pengikut di laman media sosialnya. Anggota keluargamu sendiri bisa loh menjadi influencer asalkan saran atau arahan yang mereka berikan sangat menarik dan pada akhirnya kamu ikuti.

Dalam bahasa Indonesia, influencer memiliki arti ‘pemberi pengaruh’, dan seperti artinya, influencer adalah mereka yang bisa menjadi acuan atau trendsetter dalam suatu bidang. Misalnya, kamu berniat membeli sebuah tas atau bahkan gadget setelah melihat konten review produk. Saat niat itu muncul, artinya sang influencer atau dalam ini influencer marketing, telah berhasil memberi pengaruhnya kepada kamu sebagai audiens mereka.

Menurut Influencer Marketing Hub, influencer adalah seseorang yang memiliki kekuatan untuk mempengaruhi keputusan orang lain karena otoritas, pengetahuan, posisi, atau hubungannya dengan audiens.

Singkatnya, walaupun seorang influencer umumnya memiliki jutaan pengikut atau follower, seseorang dengan jumlah pengikut ribuan saja juga bisa disebut sebagai influencer apabila memiliki pengaruh yang besar kepada audiensnya. Sebaliknya, jika seseorang memiliki jutaan pengikut tapi tak bisa memberi pengaruh, maka ia tak bisa disebut sebagai influencer dan hanya sekedar selebriti.

Perkembangan teknologi komunikasi dan dunia digital saat ini telah melahirkan begitu banyak influencer dan membentuk klasifikasi-klasifikasi tertentu. Apabila dilihat dari jenis konten, kita pasti mengenali influencer fesyen, influencer gaming dan banyak lagi. Namun, cara paling umum untuk mengelompokan influencer adalah berdasarkan jumlah pengikutnya. Berikut empat jenis influencer dilihat dari jumlah pengikutnya.

  1. Nano Influencer

Nano influencer bisa disebut sebagai tahap awal seseorang menjadi influencer karena baru memiliki sedikit pengikut atau jangkauan yang paling kecil dengan jumlah pengikut 1.000 hingga 10.000 orang.

Walau, para influencer yang masuk kategori ini cenderung ahli dalam bidang yang jelas atau sangat terspesialisasi. Artinya, seseorang memilih untuk mengikuti nano influencer karena benar-benar tertarik dengan yang disampaikan atau dibagikan oleh mereka. Para follower ini juga bersedia terlibat dengan nano influencer, termasuk mendengarkan pendapatnya.

Atas dasar itu lah, nano-influencer kerap menjadi pilihan yang pas dalam dunia marketing. Tidak sedikit perusahaan yang memilih bekerja sama dengan nano influencer yang bahkan hanya memiliki dua ribu pengikut sekalipun.

Pasalnya, mereka memungkinkan terjadinya interaksi dengan pengikutnya sehingga engagement yang terjadi pun makin tinggi. Ini sangat berguna bagi perusahaan-perusahaan dengan target audiens yang spesifik. Namun, untuk menjangkau lebih banyak audiens yang sangat tersegmen ini, tentunya dibutuhkan banyak nano-influencer.

  1. Micro Influencer

Tak jauh berbeda dengan nano, micro influencer adalah orang-orang biasa yang dikenal karena pengetahuan atau kemampuan mereka tentang beberapa hal khusus, seperti dokter, chef, beauty expert, dan lain sebagainya. Para mikro influencer juga aktif mengunggah konten berkualitas dan spesifik secara reguler.

Bisa dibilang micro influencer adalah ahli atau pakar dalam suatu bidang dan larena keahlian itulah mereka memiliki pengikut media sosial yang cukup besar, yakni 10.000 hingga 100.000 orang. Makin niche tema konten yang diunggahnya, maka makin mudah pula engagement yang akan terbentuk secara organik.

Keahlian ini juga membuat micro influencer bisa mendapatkan pengikut yang setia dan percaya dengan setiap konten yang mereka unggah di media sosial.

  1. Macro Influencer

Macro influencer memiliki lebih banyak pengikut, yang berkisar antara 100.000 hingga satu juta pengikut. Pada tahap ini, engagement antara influencer dan pengikut pada umumnya masih tetap ada walaupun tak sekuat nano dan micro influencer.

Kelompok ini cenderung terdiri dari dua tipe orang, yakni mereka adalah selebritas kelas menengah yang belum berhasil mencapai puncak karir atau seseorang pakar daring sukses, yang telah membangun lebih banyak pengikut. Macro influencer umumnya memiliki profil tinggi dan sangat baik untuk meningkatkan kesadaran.

  1. Mega Influencer

Jenis terakhir dan paling tinggi dalam kasta jumlah pengikut disebut dengan mega influencer. Influencer pada kelompok ini adalah orang-orang dengan banyak pengikut di jejaring media sosial. Meskipun tidak ada aturan pasti tentang batasan jumlah pengikut, mega influencer memiliki setidaknya lebih dari 1 juta pengikut.

Secara umum, jenis influencer yang satu ini berprofesi sebagai aktor, musisi atau orang berpengaruh di masyarakat dengan jangkauan pengikut secara nasional. Karena itu, kebanyakan mega influencer akan berfokus pada kehidupan sehari-hari daripada sebuah topik tertentu.

Namun, banyaknya pengikut yang mereka miliki sangat memungkinkan untuk menyebarluaskan pesan dalam waktu singkat dengan jangkauan lebih luas.