Blog >
Perbedaan Arti Buzzer dan Influencer yang Perlu Anda Ketahui

Perbedaan Arti Buzzer dan Influencer yang Perlu Anda Ketahui

Oleh: Tim Cuit - 7 Feb 2022

Perbedaan arti buzzer dan influencer cukup penting untuk Anda ketahui. Selain itu istilah buzzer dan influencer semakin sering masyarakat gunakan seiring berkembangnya teknologi dan informasi.

Sosial media dan jejaring online mengalami perkembangan yang cukup pesat. Sehingga memberikan dampak positif terhadap dunia marketing dan perdagangan untuk melakukan promosi dengan mudah.

Semakin banyak dan maraknya penggunaan istilah buzzer dan influencer, membuat masyarakat perlu memahami perbedaan antara keduanya.

Perbedaan arti buzzer dan influencer terletak pada bagian tertentu. Namun, tugas dan peran antara buzzer dan influencer memiliki kesamaan yang hampir serupa. Yaitu untuk melakukan promosi suatu brand atau produk hingga mencapai target tertentu. Agar produk atau brand tersebut bisa terkenal dan laris di pasaran.

Akan tetapi, istilah buzzer seringkali masyarakat kaitkan dengan hal-hal yang bersifat politik. Sedangkan istilah influencer lebih familiar dan sering masyarakat gunakan untuk hal-hal yang bersifat bisnis.

Anda perlu mengetahui definisi dari istilah buzzer dan influencer dengan jelas. Sehingga bisa menarik kesimpulan dan mengetahui perbedaan arti buzzer dan influencer dengan mudah. Yuk, simak ulasan berikut ini dengan lengkap dan jelas untuk mengetahui kedua istilah ini.

Pengertian Buzzer

Istilah buzzer berasal dari buzz yang memiliki arti desas desus, rumor, dan dengungan. Sehingga tugas seorang buzzer adalah memberikan kabar dan informasi secara terus menerus dan berulang-ulang untuk menjangkau komsumen secara luas.

Biasanya pemilik akun buzzer tidak hanya seorang individu saja, bisa jadi pemilik akun atau buzzer tertentu berasal dari suatu kelompok tertentu. Dengan keahlian, skill dan kemampuan untuk bisa membuat amplifikasi pesar agar menarik perhatian orang lain.

Seringkali buzzer memiliki sebutan buzz marketing. Yang identik dengan tugas dan peranannya dalam mempromosikan produk atau brand tertentu. Sehingga, perjalanan bisnis bisa mendapatkan penghasilan dan penjualan yang sesuai dengan target yang telah ditentukan.

Cara kerja buzzer memakai metode promosi dengan sistem informasi word of mouth. Kata mouth pada sistem tersebut merujuk pada orang-orang penting dan terkenal yang memiliki pengaruh kuat pada pengikutnya di sosial media. Sehingga, produk, brand ataupun jasa yang ada bisa orang kenal dengan baik dan laku di pasaran.

Pengertian Influencer

Selanjutnya adalah pengertian influencer. Influencer adalah seseorang yang memiliki kemampuan dan kapasitas untuk mempengaruhi orang lain. kemampuan dan kapasitas yang biasanya influencer miliki berhubungan dengan pekerjaan utama, posisi, pengetahuan dan otoritas.

Beberapa pekerjaan yang seringkali terlibat menjadi influencer suatu produk dan brand tertentu seperti artis, youtuber, selebgram dan selebtiktok. Hal tersebut terjadi karena kepopuleran yang orang-orang tersebut miliki cukup melibatkan banyak orang dan masyarakat luas.

Personal branding yang influencer miliki juga harus tetap bagus dan terjaga. Agar bisa dengan mudah mempengaruhi orang lain terutama pengikutnya di sosial media. Bahkan dengan personal branding dan kepopulerannya, influencer dapat mempengaruhi orang lain untuk menggunakan barang atau jasa yang direkomendasikan dengan mudah.

Tugas dan tanggungjawab seorang influencer yang utama adalah memastikan persepsi dan pandangan masyarakat terhadap suatu brand atau produk. Agar barang dan jasa yang klien miliki bisa mendapatkan sambutan hangat dan kepercayaan dari masyarakat luas.

Dengan persepsi dan pemahaman yang positif terhadap suatu barang atau jasa, membuat target penjualan bisa terlampaui dengan mudah. Sehingga, influencer bisa melakukan promosi dan pengenalan barang atau jasa dengan berbagai cara seperti halnya membuat konten video.

Jika pihak yang melakukan kerjasama adalah pemilik brand dan produk make up, influencer yang menjadi target promosi adalah beauty vlogger. Sehingga, pihak terkait bisa meminta influencer tersebut untuk membuat konten make up.

Biasanya, konten make up bisa dengan mudah masyarakat temukan di sosial media. Baik di youtube, instagram maupun tiktok. Sehingga, influencer bisa dengan mudah melakukan promosi di sosial media masing-masing untuk mempengaruhi pengikutnya untuk menggunakan produk tersebut.

Perbedaan Arti Buzzer dan Influencer

Ada beberapa perbedaan antara buzzer dan influencer. Mulai dari perbedaan jumlah audiens atau pengikut, sampai dengan peranan masing-masing dalam mempromosikan barang atau jasa.

Jumlah audiens atau pengikut sosial media yang influencer miliki lebih banyak daripada buzzer. Bahkan, jumlah pengikut seorang influencer bisa mencapai ribuan atau bahkan jutaan orang.

Tugas dan tanggungjawab influencer juga cukup mudah. Yaitu cukup melakukan promosi dengan mengunggah konten di sosial media. Sedangkan buzzer perlu memastikan jika postingan yang telah mereka unggah sukses menarik perhatian masyarakat dan trending di sosial media.

Waktu posting buzzer juga sangat aktif, karena mereka lakukan secara terus-menerus dan menyebarkan informasi sama secara berulang-ulang. Sehingga membuat beberapa pengguna cenderung merasa bosan. Sedangkan influencer memiliki waktu terjadwal untuk mengunggah postingan dan memiliki topik, informasi dan pembahasan yang berbeda-beda.

Perbedaan arti buzzer dan influencer yang terakhir adalah peranan keduanya bagi masyarakat luas. Peranan dan tugas utama buzzer yaitu untuk memperkenalkan produk barang atau jasa kepada masyarakat luas. Sedangkan peranan influencer adalah mempengaruhi pengikutnya untuk menggunakan produk yang mereka promosikan.

Bagaimana, mudah bukan memahami pengertian dari buzzer dan influencer serta perbedaan antara keduanya? Peranan buzzer dan influencer juga cukup menguntungkan bagi pihak pemilik brand suatu barang atau jasa untuk memenuhi target pemasaran. Demikian ulasan mengenai perbedaan arti buzzer dan influencer, semoga bermanfaat.